header-int

Pentingnya Berpikir Secara Komputasional Bagi Siswa/I SMP YPUI Parung

Rabu, 06 Jul 2022, 16:06:18 WIB - 235 View
Share
Pentingnya Berpikir Secara Komputasional Bagi Siswa/I SMP YPUI Parung

Pentingnya Berpikir Secara Komputasional Bagi Siswa/I SMP YPUI Parung Dalam Proses Belajar Berbasis Digital Di Sekolah

Computational thinking merupakan sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan ICT yang sangat cepat dan kompleks. Selain itu, era industri 4.0 juga mensyaratkan komputerisasi disegala bidang. Namun demikian, masih belum banyak praktik pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kemampuan computational thinking bagi siswa. Bahkan di SMP YPUI parung guru-gurunya belum banyak menjelaskan tentang computational thinking (berpikir komputasional), hal ini yang mendasari diadakannya PKM (pengabdian Kepada Masyarakat) di SMP YPUI parung. Adapun tempat dan waktu kegiatan dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah Tanggal 25-27 Maret 2022, setiap harinya dimulai dari pukul 09.00 WIB s/d pukul 15.00 WIB. Tempat pelaksanaan di Aula Serbaguna SMP YPUI Parung dengan Tema “Pentingnya Berpikir Secara Komputasional Bagi Siswa/I SMP YPUI Parung Dalam Proses Belajar Berbasis Digital Di Sekolah”.

Mendefinisikan computational thinking bukanlah hal yang mudah. Banyak ahli berbeda pendapat dalam mengartikannya. Perbedaan tersebut bahkan ada yang sangat signifikan terkait unsur-unsur yang ada dalam computational thinking. Karl Beecher memandang konsep computational thinking mempunyai akar ide yang banyak memiliki kesamaan dengan konsep procedural thinking yang pernah dicetuskan oleh Seymour Papert. Prosedural thinking sendiri dimaksudkan untuk memberikan siswa sebuah metode dalam pemecahan masalah menggunakan komputer. Ide dari procedural thinking adalah bagaimana menciptakan solusi algoritmik dalam penyelesaian masalah dimana sistem komputer dapat memecahkannya dengan mudah. Papert menyebut model pemecahan masalah dalam sistem komputer ini sebagai bahasa pemrograman (programming language).(Beecher, 2017)

Dari sekian definisi, Menurut (Selby, 2015) terdapat dua kategori yang dapat diambil dari definisi tersebut, yaitu konsep dasar dan konsep periferal dari computational thinking. Konsep dasar computational thinking yang dimaksud adalah:

  1.  Logical thinking;
  2. Algorithmic thinking;
  3. Decomposition;
  4. Generalization and pattern recognition;
  5. Modelling;
  6. Abstraction;
  7. Evaluation.

Sedangkan menurut (Beecher, 2017), konsep tambahan dalam computational thinking yang dimaksud adalah:

  1. Data representation;
  2. Critical thinking;
  3. Computer science;
  4. Automation;
  5. Simulation/visualisation.

Computational thinking sebagai sebuah kemampuan mental untuk menerapkan pemikiran dan konsep mendasar yang berasal dari keilmuan komputer digital modern dalam kehidupan sehari-hari, memuat kemampuan yang menyerupai bagaimana cara komputer bekerja. Sehingga seseorang dapat mengembangkan pikirannya, membantu menyelesaikan permasalahan, meningkatkan efisiensi, menghindari kesalahan-kesalahan, berinteraksi lebih baik dengan orang lain atau dengan banyaknya data yang tersedia.(Wang, 2017) 

Keuntungan praktis yang diperoleh dalam penerapan computational thinking bagi siswa diantaranya adalah membantu seseorang untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, meningkatkan pemikiran logis dan kemampuan analitis yang kesemuanya merupakan kunci sukses dalam menghadapi abad 21.(Hunt & Riley, 2014) Sebab dalam perkembangan teknologi dan komunikasi yang sangat cepat, telah mengubah kondisi ekonomi dan eskalasi kompetisi yang ada. Mau tidak mau, pendidik harus mempersiapkan individu yang siap menghadapi tantangan zaman serta memiliki kemampuan yang siap digunakan pada persaingan nyata globalisasi dan industrialisasi.
Dalam penelitiannya, Barr dan Stephenson juga mengungkapkan bahwa, praktik pembelajaran computational thinking menumbuhkan kemampuan sebagai berikut:

  1. Merancang solusi permasalahan (menggunakan abstraksi, otomasi, menciptakan algoritma, pengumpulan data dan analisis data)
  2. Implementasi perancangan (pemrograman yang tepat)
  3. Penilaian
  4. Analisis model, simulasi dan sistem
  5. Merefleksi praktik dan komukasi
  6. Penggunaan kosakata
  7. Pengenalan abstraksi dan kemajuan antar level dari abstraksi
  8. Inovasi, eksplorasi dan kreativitas lintas disiplin
  9. Pemecahan masalah secara berkelompok
  10. Penerapan beraneka ragam strategi belajar

Selain kemampuan, penerapan pembelajaran computational thinking juga memberikan pengalaman belajar yang menumbuhkan sikap-sikap sebagai berikut:

  1. Kepercayaan diri dalam menghadapi situasi;
  2. Ketekunan dalam bekerja dalam masalah yang sulit;
  3. Kemampuan menghadapi ambiguitas;
  4. Kemampuan untuk menangani masalah terbuka;
  5. Mengesampingkan perbedaan untuk bekerja dengan orang lain dalam rangka mencapai tujuan bersama atau memecahkan masalah solusi; dan
  6. Mengetahui kekuatan dan kelemahan seseorang saat bekerja dengan orang lain. (Barr & Stephenson, 2011)

Dengan adanya pelatihan ini, siswa/I SMP YPUI Parung dapat memahami arti dari berpikir secara komputasional (computational thinking). Untuk memperoleh kemampuan computational thinking tidak perlu menjadi seorang ahli ilmu komputer atau teknisi komputer. Seseorang hanya perlu mengetahui konsep dasar kerja komputer untuk menyelesaikan sebuah permasalahan yang dihadapinya berdasarkan data yang ada serta lebih objektif dalam memandang persoalan. Mereka juga sat ini sudah paham apa tujuan dan manfaat dari berpikir secara komputasional (computational thinking).
Pelaksana : Susanna Dwi Y.K., Hidayatullah Al Islami, Nur Lingga S.D.
 

Unidha
© 2022 Fakultas Teknik Informatika Follow Teknik Informatika : Facebook Twitter Linked Youtube