Workshop NVIDIA-Prodi TI S-1 UNPAM, Kekuatan Kecerdasan Buatan dan Diri Sendiri
Published on: 3 Apr 2026

Kegiatan
Kolaborasi antara NVIDIA dan Program Studi Teknik Informatika S-1 Universitas Pamulang sukses menghadirkan workshop inspiratif. Bukan sekadar teori, peserta diajak membedah kecerdasan buatan dari sisi teknis, etika, hingga penerapan nyata di dunia industri dan UMKM.
📅 Kamis, 2 April 2026 – Ruang Teleconference Lantai 9, Kampus UNPAM Viktor
Sejak pukul 08.30 WIB hingga 12.30 WIB, suasana ruang teleconference berubah menjadi pusat diskusi teknologi masa depan. Workshop yang digelar atas kerja sama NVIDIA dan Prodi TI S-1 UNPAM ini diikuti puluhan mahasiswa serta seluruh keluarga besar prodi. Suasana profesional namun meriah, setiap sesi terorganisir rapi dan interaktif.
Sambutan, Kerja Sama, dan Semangat Kebangsaan
Acara diawali sambutan hangat dari Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Dr. Yan Mitha Djaksana, S.Kom., M.Kom. Kemudian dilantunkan Lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Pamulang yang membakar semangat kebangsaan. Puncaknya, penandatanganan nota kesepahaman antara NVIDIA dan UNPAM yang diwakili oleh Kepala Prodi Teknik Informatika S-1, Dr. Eng. Ahmad Musyafa, S.Kom., M.Kom. — sebuah tonggak baru dalam pengembangan AI di lingkungan kampus.
AI sebagai Asisten Cerdas, Bukan Pengganti Manusia
Sesi pertama oleh Adrian Lesmono (NVIDIA Consumer Business Lead) mengupas tuntas evolusi AI, cara kerja berbasis komputasi dan token, serta strategi memanfaatkan AI untuk melesatkan produktivitas. Pesan kunci: “AI hanyalah alat. Hasil maksimal lahir dari kreativitas dan kemampuan pengguna.” Para mahasiswa pun antusias mencatat tips menggunakan GPU NVIDIA untuk akselerasi model AI.
Onno W. Purbo, Ph.D : “Buat AI Lokal, Sesuai Kebutuhan Indonesia”
Pakar teknologi Indonesia, Onno W. Purbo, Ph.D. membagikan pengalaman praktis membangun dan menjalankan AI secara lokal menggunakan tools seperti Ollama. Dari UMKM hingga otomatisasi sistem dan pengolahan data, semua bisa disentuh AI. Dalam sesi tanya jawab, beliau mengingatkan bahwa AI masih rentan hallucination (kesalahan informasi), sehingga validasi manusia tetap mutlak diperlukan. “AI bukan hanya untuk IT, tapi untuk semua sektor,” tegasnya.
Sebelum workshop, NVIDIA menyediakan booth dengan tantangan Prompt Challenge. Tiga mahasiswa berbakat keluar sebagai pemenang:
- 🥇 Muhammad Gilang Ramadhan (anggota ISC)
- 🥈 Salsa Sayida Bilqis (anggota KIP)
- 🥉 Raka Mazaya Haeru (anggota HIMTIF)
Kesimpulan: AI Membuka Peluang Tanpa Batas
Workshop ini menyimpulkan bahwa Artificial Intelligence adalah teknologi vital yang meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan membuka inovasi bagi mahasiswa serta pelaku industri. Kerja sama NVIDIA–UNPAM menjadi jembatan bagi generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga pencipta solusi cerdas yang relevan dengan kebutuhan bangsa.




